Latihan Koor Muji Hari Kedua (Jumad Agung)
Larantuka, 16 Maret 2025-Latihan koor Muji Konfreria hari kedua dalam rangka persiapan Jumat Agung dilaksanakan di rumah Bapak Eman Tukan, salah satu hamba Tuhan di Paroki Waibalun. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas suara dan penghayatan rohani para anggota dalam membawakan nyanyian liturgi yang akan dipersembahkan pada perayaan Jumat Agung. Selain sebagai persiapan teknis, latihan ini juga menjadi sarana pembinaan spiritual melalui musik gerejawi.
Kegiatan dimulai dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu anggota senior muji. Doa ini bertujuan untuk memohon penyertaan Tuhan dalam seluruh proses latihan, agar para peserta dapat menjalani latihan dengan baik dan penuh penghayatan. Selain itu, doa juga dipanjatkan untuk tuan rumah sebagai bentuk syukur atas kesediaannya menyediakan tempat latihan.
Setelah doa pembuka, kegiatan diawali dengan lagu Laudate sebagai ungkapan pujian kepada Tuhan. Lagu ini menjadi bagian dari ritual pembuka yang bertujuan untuk menyelaraskan hati dan pikiran para peserta sebelum memasuki sesi latihan utama. Laudate yang berasal dari bahasa Latin berarti “Pujilah” mencerminkan semangat liturgi dalam memberikan penghormatan kepada Tuhan.
Lagu Quidem menjadi salah satu fokus utama dalam latihan kali ini. Lagu ini memiliki karakteristik musikal yang penuh refleksi, sesuai dengan suasana permenungan Jumat Agung. Struktur melodinya yang cenderung minor dengan dinamika yang khas menghadirkan suasana haru dan penghayatan mendalam terhadap penderitaan Kristus. Selama sesi latihan, para Mestri memberikan arahan teknis mengenai intonasi, dinamika, serta interpretasi lirik agar pesan lagu dapat tersampaikan dengan baik kepada umat.
Sebagai bagian dari persiapan paduan suara, diadakan audisi untuk memilih peserta yang akan menyanyikan lagu Ejus dan Ovos Omnes untuk paroki Waibalun. Kedua lagu ini memiliki tingkat kesulitan teknis yang cukup tinggi, baik dalam hal vokal maupun penghayatan. Proses audisi dilakukan dengan menilai aspek vokal seperti artikulasi, warna suara, serta kemampuan dalam menyampaikan ekspresi musikal yang sesuai dengan makna liturgis lagu. Peserta yang terpilih diharapkan mampu membawa harmoni yang mendukung perayaan Jumat Agung dengan lebih khidmat.
Setelah sesi latihan dan audisi, kegiatan ditutup dengan sambutan dari Procurador. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota koor atas dedikasi mereka dalam mempersiapkan nyanyian liturgi dengan penuh komitmen. Ia juga mengingatkan bahwa pelayanan koor muji dalam liturgi bukan sekadar keterampilan, tetapi juga bentuk persembahan kepada Tuhan. Pesan yang disampaikan bertujuan untuk memperkuat semangat para anggota koor dalam memberikan yang terbaik dalam pelayanan mereka.
Kegiatan latihan hari kedua berjalan dengan baik dan penuh semangat. Selain meningkatkan kualitas suara, latihan ini juga mempererat kebersamaan serta memperdalam penghayatan iman melalui nyanyian liturgi. Dengan adanya audisi, diharapkan pemilihan suara yang tepat dapat mendukung kualitas perayaan Jumat Agung. Keseluruhan latihan ini bukan hanya tentang teknis bernyanyi, tetapi juga tentang bagaimana setiap anggota menghadirkan doa dan penghayatan dalam setiap nada yang dinyanyikan, sehingga pujian yang dipersembahkan benar-benar memiliki makna spiritual yang mendalam.
0 Komentar