"Rahasia Langit di Padang Cova da Iria"
Di sebuah desa kecil bernama Fatima, tiga anak gembala hidup dalam damai. Mereka adalah Lucia dos Santos, gadis berusia sepuluh tahun yang cerdas dan penuh kasih, serta dua sepupunya, Francisco dan Jacinta Marto, yang selalu ceria. Hari-hari mereka dipenuhi dengan menggembalakan domba di padang rumput luas yang dikelilingi oleh bukit-bukit hijau.
Pada suatu pagi yang cerah di bulan Mei 1917, ketiga anak itu memutuskan untuk membawa kawanan domba mereka ke Cova da Iria, sebuah lembah terbuka yang sepi dan tenang. Matahari bersinar lembut di langit biru tanpa awan. Lucia, dengan Rosarionya di tangan, mengajak sepupu-sepupunya untuk berdoa. Francisco dan Jacinta mengangguk, meski keduanya sering teralihkan oleh suara angin yang berbisik di antara pohon zaitun.
Tiba-tiba, cahaya terang yang begitu kuat memancar di hadapan mereka, seperti kilauan berlian yang menyilaukan mata. Mereka terkejut dan berpegangan erat satu sama lain. Di tengah cahaya itu, berdiri seorang perempuan muda yang luar biasa cantik, berpakaian putih bersinar, dengan mahkota kecil bertatahkan bintang di kepalanya.
"Jangan takut, anak-anak," suara lembutnya menenangkan mereka. "Aku datang dari surga. Aku ingin kalian berdoa setiap hari, terutama Rosario, agar dunia menemukan kedamaian."
Lucia, dengan keberanian yang tidak biasa, bertanya, "Siapa engkau, Ibu yang bercahaya?"
"Aku adalah Bunda Maria," jawab perempuan itu dengan senyum yang menenangkan. "Aku ingin kalian datang ke sini setiap tanggal 13, selama enam bulan ke depan. Aku akan menyampaikan pesan dari Tuhan yang penting untuk dunia."
Jacinta kecil memandang dengan mata berbinar. "Apakah kami boleh memberitahu orang lain?" tanyanya polos.
"Tidak sekarang," jawab Bunda Maria. "Nanti akan tiba waktunya, dan semua orang akan tahu kebenaran ini."
Setiap bulan pada tanggal yang sama, ketiga anak itu kembali ke Cova da Iria, dan penampakan itu selalu terjadi. Pesan-pesan yang mereka terima penuh dengan harapan, tetapi juga peringatan. Bunda Maria meminta doa, pertobatan, dan pengorbanan untuk menyelamatkan jiwa-jiwa.
Pada tanggal 13 Oktober 1917, penampakan terakhir terjadi. Ribuan orang berkumpul di padang Cova da Iria. Hujan deras mengguyur, namun mereka tetap bertahan. Ketika Bunda Maria menampakkan diri kepada anak-anak, tiba-tiba langit berubah. Matahari mulai berputar di langit seperti bola api yang bergerak mendekati bumi. Orang-orang berseru dalam ketakutan dan kekaguman, menyaksikan mukjizat besar yang kemudian dikenal sebagai "Tarian Matahari."
Setelah itu, Bunda Maria menghilang, meninggalkan pesan terakhir yang diingat Lucia seumur hidupnya, "Berdoalah selalu. Dengan doa, dunia bisa diselamatkan."
Francisco dan Jacinta, meski masih anak-anak, menjadi pendoa yang setia hingga akhir hayat mereka. Lucia, yang hidup lebih lama, mengabdikan hidupnya untuk menyebarkan pesan Bunda Maria kepada dunia. Rahasia yang mereka terima menjadi pengingat abadi bahwa cinta Tuhan selalu ada, bahkan di tengah penderitaan.
Di Fatima, Cova da Iria menjadi tempat ziarah yang dihormati. Setiap kali orang berlutut di sana, mereka mengenang tiga anak kecil yang sederhana, yang berani membawa pesan langit ke dunia.
0 Komentar